Fitur AntreEV dan Trip Planner pada Aplikasi PLN Mobile Permudah Pemudik Mengisi Daya EV
- Selasa, 06 Januari 2026 - 12:02 WIB
- Redaktur : Redaksi
HALILINTARNEWS.COM - PT PLN (Persero) terus memastikan kemudahan layanan pengisian daya kendaraan listrik tetap terjaga selama fase arus balik Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Upaya tersebut didukung melalui optimalisasi fitur AntreEV dan Trip Planner pada aplikasi PLN Mobile guna memberikan kenyamanan bagi pengguna kendaraan listrik di tengah kepadatan perjalanan.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan fase arus balik umumnya dihadapi masyarakat dengan jarak tempuh perjalanan yang panjang. Karena itu, kepastian layanan pengisian daya menjadi faktor penting untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan pengguna.
“PLN hadir memastikan pengguna kendaraan listrik tetap mendapatkan layanan pengisian daya yang andal. Dukungan sistem digital kami siapkan untuk memberikan kemudahan dan ketenangan selama perjalanan arus balik,” ujar Darmawan.
Sebagai bagian dari inovasi layanan, PLN Mobile menghadirkan fitur AntreEV yang memungkinkan pengguna memperoleh kepastian giliran pengisian daya melalui sistem antrean digital. Dengan fitur ini, pengguna tidak perlu menunggu atau mengular di area Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Selama menunggu antrean, pengguna dapat beristirahat di lokasi terdekat yang lebih nyaman. Hal ini diharapkan mampu menjaga ketertiban di area SPKLU serta mencegah gangguan aktivitas di sekitarnya, khususnya pada periode arus balik dengan tingkat mobilitas tinggi.
Selain AntreEV, PLN juga menyediakan fitur Trip Planner yang membantu pengguna menyusun rute perjalanan arus balik dengan mempertimbangkan jarak tempuh dan kebutuhan pengisian daya. Fitur ini memungkinkan pengguna mengetahui lokasi SPKLU yang tersedia di sepanjang jalur perjalanan sehingga waktu tempuh dapat diatur secara lebih terukur.
Dalam mendukung kesiapsiagaan selama periode Nataru, PLN menyiagakan 4.516 unit SPKLU yang tersebar di 2.935 lokasi di seluruh Indonesia, dengan dukungan 5.190 personel. Khusus di jalur utama Sumatra–Jawa–Bali, PLN mengoperasikan 1.515 unit SPKLU, meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya.
PLN juga menyiapkan 15 unit SPKLU mobile untuk mengantisipasi kondisi darurat maupun lonjakan pengguna di titik-titik krusial, serta mengoperasikan 117 posko siaga SPKLU yang dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat singgah dan beristirahat sambil mengisi daya kendaraan listrik.
“Keselamatan dan kenyamanan masyarakat menjadi prioritas kami. Dengan memanfaatkan fasilitas yang telah disiapkan, kami berharap perjalanan arus balik pengguna kendaraan listrik dapat berlangsung aman, nyaman, dan lancar,” tutup Darmawan.(rls)
