TP PKK Siak Tertarik Program Waste Station Pekanbaru, Sampah Bisa Bernilai Ekonomi

  • Rabu, 13 Mei 2026 - 08:05 WIB


HALILINTARNEWS.COM, PEKANBARU – Tumpukan botol plastik, kardus bekas, hingga minyak jelantah kini tidak lagi selalu berakhir di tempat sampah rumah tangga warga Pekanbaru, Riau.

Di sejumlah sudut kota, barang-barang bekas tersebut mulai dikumpulkan, dipilah, lalu ditukar menjadi uang melalui program waste station.

Kebiasaan baru ini menarik perhatian Ketua TP PKK Kabupaten Siak, Siti Sarifah Syamsurizal, saat berkunjung dan berdiskusi bersama Ketua TP PKK Kota Pekanbaru, Sulastri Agung, di Kediaman Wali Kota Pekanbaru, Selasa (12/5/2026).


Bagi sebagian ibu rumah tangga di Pekanbaru, memilah sampah kini bukan hanya soal menjaga kebersihan lingkungan. Aktivitas tersebut juga mulai memberikan nilai ekonomi bagi keluarga.

“Alhamdulillah kita senang sekali bisa berbagi informasi dengan TP PKK Kabupaten Siak tentang bagaimana mengelola sampah. Semoga bisa menjadi inspirasi bagi Kabupaten Siak,” ujar Sulastri Agung.

Menurutnya, pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah tangga. Karena itu, TP PKK terus mendorong perubahan kebiasaan masyarakat agar lebih peduli memilah sampah sejak dari dapur rumah sendiri.


Melalui waste station, warga dapat membawa sampah yang sudah dipilah seperti botol plastik, kardus, maupun barang bekas lainnya yang masih memiliki nilai jual. Sampah tersebut kemudian ditimbang dan dikonversi menjadi uang.

Konsep tersebut perlahan mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah. Tidak sedikit ibu rumah tangga yang kini sengaja menyimpan sampah anorganik di rumah sebelum dibawa ke waste station.

Selain membantu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA), langkah tersebut juga dinilai mampu menambah pemasukan rumah tangga meski dalam jumlah kecil.

Sulastri mengatakan, Pemerintah Kota Pekanbaru terus mendorong berbagai inovasi pengelolaan sampah guna mewujudkan kota yang lebih bersih. Salah satu target yang ingin dicapai yakni meraih kembali Piala Adipura.

“Kita terus berbenah dan tentunya ini juga perlu komitmen dari semua pihak, seluruh masyarakat di Kota Pekanbaru. Supaya kita bisa mewujudkan kota yang bersih dan mendapatkan Adipura,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Siak, Siti Sarifah Syamsurizal, mengaku tertarik dengan konsep waste station yang dinilai mampu mengubah pola pikir masyarakat terhadap sampah.

“Kita sangat senang bisa mempelajari ilmu ini, kita melihat juga bagaimana antusiasme masyarakat dengan waste station ini. Inovasi ini sangat baik dan kita ingin agar ini bisa diterapkan di Kabupaten Siak,” katanya.

Di tengah persoalan sampah perkotaan yang terus meningkat, kebiasaan sederhana memilah sampah dari rumah mulai dinilai memberi dampak besar, tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga terhadap ekonomi keluarga.




Baca Juga