252 Siswa Diduga Keracunan MBG di Cakung, Pramono Buka Suara

  • Senin, 11 Mei 2026 - 11:52 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan keterangan pers saat meninjau pengolahan sampah organik di Pasar Area 7 Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Senin (11/5/2026) (indoposco.id/istimewa)


HALILINTARNEWS.COM, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung angkat bicara terkait dugaan keracunan yang dialami ratusan siswa sekolah dasar di kawasan Cakung, Jakarta Timur, setelah menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, ia memilih tidak memberikan penjelasan panjang dan menyerahkan informasi lebih lanjut kepada dinas terkait.

“Yang MBG sudah tertangani, nanti Kepala Dinas Pendidikan yang akan menyampaikan,” ujar Pramono di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (11/5/2026).

Sebanyak 252 siswa dari SD Negeri Cakung Timur 01, Ujung Menteng 02, dan Ujung Menteng 03 dilaporkan mengalami gejala mual serta pusing usai mengonsumsi makanan program MBG. Sebagian besar siswa kini telah membaik, sementara 26 siswa sempat menjalani perawatan intensif hingga Sabtu (9/5/2026).


Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti dugaan keracunan tersebut. Pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan diperkirakan baru selesai dan diumumkan pada pekan depan.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati menyebut dugaan awal mengarah pada menu pangsit isi tahu yang disajikan kepada siswa penerima manfaat program MBG. Makanan tersebut dilaporkan memiliki rasa masam saat dikonsumsi.

“Diduga dari pangsit isi tahu karena rasanya masam. Pemeriksaan laboratorium paling cepat keluar Selasa depan,” kata Ani saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (9/5/2026).

Selain itu, hasil inspeksi juga menemukan bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai penyedia makanan masih dalam proses melengkapi persyaratan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi. Diketahui, SPPG Pulogebang mulai beroperasi sejak 31 Maret 2026.

“Inspeksi kesehatan lingkungan sudah dilakukan dan saat ini pihak SPPG sedang melakukan perbaikan serta pelatihan bagi penjamah makanan,” tambahnya.

Dilansir dari INDOPOSCO.ID, pemerintah masih menunggu hasil laboratorium untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.




Baca Juga