UMRI dan FKPMR Rangkul Akademisi, Tokoh, dan Pemerintah untuk Riau Maju

  • Kamis, 14 Agustus 2025 - 09:23 WIB


HALILINTARNEWS.COM, PEKANBARU – Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) kembali membuktikan komitmennya dalam mendorong pembangunan daerah. Kampus ini menjadi tuan rumah forum diskusi strategis yang digelar Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR), Rabu (13/8).

Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMRI, Prof Dr H M Nazir, MA, menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan FKPMR memilih UMRI sebagai lokasi forum. Dalam kesempatan itu, ia memperkenalkan konsep Wakaf Digital sebagai inovasi berkelanjutan yang tengah dikembangkan kampus untuk memperkuat pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

“Wakaf Digital tidak hanya untuk membangun sarana fisik, tapi juga untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Riau di masa depan,” ujarnya.


Sekretaris Jenderal FKPMR sekaligus Ketua Panitia, Dr H Ahmad Hijazi, menjelaskan bahwa pemilihan UMRI dilandasi peran kampus ini sebagai institusi pendidikan tinggi yang terbuka terhadap diskusi publik dan pencarian solusi bagi pembangunan daerah.

Ia menegaskan, keterlibatan akademisi, tokoh masyarakat, dan pemangku kebijakan di forum ini diharapkan melahirkan ide-ide yang dapat diimplementasikan, bukan sekadar wacana.

Isu strategis yang dibahas meliputi efisiensi anggaran daerah, reformasi kebijakan fiskal, penertiban kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) dari aktivitas ilegal, pengelolaan aset perkebunan sitaan pemerintah, pemberantasan korupsi, hingga wacana pembentukan Daerah Istimewa Riau (DIR).


Forum ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara masyarakat, akademisi, dan pemerintah. Dengan menjadikan UMRI sebagai pusat diskusi, FKPMR menegaskan peran strategis perguruan tinggi dalam membentuk arah kebijakan menuju Riau yang maju, adil, dan berdaya saing.

Kegiatan ini dihadiri tokoh-tokoh penting, di antaranya Majelis Kehormatan Pemuka Masyarakat Riau, Sekretaris Jenderal FKPMR Dr H Chaidir, MM, Hj Azlaini Agus, MH, Ketua MKA LAMR Datuk Raja Marjohan, Ketua DPH LAMR Datuk Taufik Ikram Jamil, mantan Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim, Hj Septina Primawati, dr Hj Diana Tabrani, Rida K Liamsi, para penyelia BPH UMRI, dan tokoh-tokoh Riau lainnya.




Baca Juga