Kisah Haru Alifah, Jemaah Haji 17 Tahun dari Pekanbaru Berangkat Gantikan Ayah
- Senin, 27 April 2026 - 11:20 WIB
- Redaktur : Redaksi
HALILINTARNEWS.COM, PEKANBARU – Menunaikan ibadah haji membutuhkan kesiapan yang tidak sederhana, mulai dari kondisi fisik, finansial, hingga kesabaran menghadapi masa tunggu yang panjang. Di Provinsi Riau, antrean haji reguler saat ini berkisar antara 23 hingga 26 tahun.
Di tengah panjangnya antrean tersebut, hadir sosok Alifah Berliana Putri, seorang remaja berusia 17 tahun yang menjadi salah satu jemaah calon haji (JCH) termuda tahun ini.
Siswi kelas XI Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Pekanbaru itu tergabung dalam Kloter 4 dan telah berangkat menuju Madinah melalui Bandara Sultan Syarif Kasim II pada Minggu pagi (26/4/2026). Keberangkatannya menjadi perhatian karena usianya yang masih sangat muda dibandingkan mayoritas jemaah yang didominasi lanjut usia.
Di balik kebahagiaannya, tersimpan kisah haru yang mendalam. Keberangkatan Alifah bukan bagian dari rencana awal keluarga, melainkan amanah untuk menggantikan sang ayah yang telah wafat lebih dulu.
Ia harus menjalani perjalanan spiritual ini tanpa kehadiran ayahnya, yang sebelumnya bercita-cita menunaikan ibadah haji bersama keluarga di Tanah Suci.
“Alhamdulillah, saya bersyukur bisa berangkat haji tahun ini bersama ibu. Tapi di sisi lain, saya juga merasa sedih karena berangkat untuk menggantikan bapak,” ujar Alifah dengan suara lirih sebelum keberangkatan.
Bagi Alifah, perjalanan ini bukan sekadar menunaikan kewajiban agama, tetapi juga menjadi bentuk bakti dan penghormatan terakhir kepada almarhum ayahnya.
Sang ibu, Leni Suherni, menjelaskan bahwa keberangkatan ini merupakan hasil penantian panjang keluarga selama 13 tahun sejak pendaftaran awal.
Meski harus berangkat tanpa suami, Leni berusaha tegar mendampingi putrinya menjalani ibadah haji.
“Panggilan ini datang dengan cara yang tidak terduga. Sekarang saya berangkat bukan dengan suami, tetapi dengan anak,” kata Leni dengan suara bergetar.
Ia berharap putrinya mampu menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan baik meski usianya masih muda.
Sementara itu, Alifah mengaku telah mempersiapkan diri secara fisik dan mental untuk menghadapi perjalanan panjang tersebut. Ia juga telah menyusun doa-doa khusus yang akan dipanjatkan di tempat-tempat mustajab.
Ia bertekad menjadikan ibadah haji ini sebagai pengalaman terbaik sekaligus bentuk pengabdian kepada orang tuanya.(MCR)
