- Beranda
- Pendidikan
- Mahasiswa dari 7 Negara Pilih Umri, Kampus Inklusif dan Bernilai Islami
Mahasiswa dari 7 Negara Pilih Umri, Kampus Inklusif dan Bernilai Islami
- Jumat, 11 Juli 2025 - 11:44 WIB
- Redaktur : Redaksi
HALILINTARNEWS.COM, PEKANBARU - Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) terus menegaskan perannya sebagai kampus inklusif bertaraf global. Tahun ini, sebanyak 42 mahasiswa asing dari tujuh negara resmi bergabung untuk menempuh pendidikan di kampus yang mengusung visi unggul dan Islami ini.
Para mahasiswa tersebut datang dari Kamboja, Filipina, Nigeria, Kenya, Republik Zambia, Senegal, hingga Somalia. Ketertarikan mereka bukan hanya pada kualitas akademik yang ditawarkan Umri, tetapi juga pada pendekatan pendidikan yang menekankan nilai-nilai ke-Islaman, integritas moral, dan keterbukaan budaya.
Wakil Rektor III Umri, Dr Jufrizal Syahri MSi, menyebut bahwa meningkatnya jumlah mahasiswa internasional menjadi tanda bahwa dunia semakin percaya terhadap kualitas dan atmosfer pendidikan yang dihadirkan Umri.
“Kami ingin menciptakan lingkungan pendidikan yang unggul, Islami, dan berwawasan global. Siapapun yang ingin tumbuh bersama, Umri terbuka untuknya,” ujarnya.
Tak sekadar fokus pada akademik, Umri menerapkan pendekatan holistik dalam mendidik. Mahasiswa didorong untuk unggul secara intelektual dan spiritual, serta siap memberi kontribusi positif bagi masyarakat global.
Menurut Kepala Kantor Urusan Internasional dan Kerja Sama (KUIK) Umri, Pahmi MA, mahasiswa asing akan mengikuti program orientasi khusus, termasuk kursus Bahasa Indonesia selama dua bulan sebelum perkuliahan dimulai.
“Kami ingin mereka nyaman dan mampu berinteraksi dengan lingkungan kampus dengan baik. Adaptasi yang mulus jadi prioritas kami,” jelas Pahmi.
Mahasiswa asing yang telah lolos seleksi akan memulai program lebih awal dari mahasiswa lokal, sebagai bagian dari proses adaptasi dan pembekalan.
Internasionalisasi bukan sekadar slogan di Umri. Proses seleksi, pembinaan, hingga kolaborasi global dijalankan secara serius. Umri menempatkan diri sebagai jembatan ilmu, teknologi, dan nilai-nilai keislaman yang membawa manfaat bagi peradaban dunia.
Langkah ini juga menjadi bukti bahwa Pekanbaru semakin dikenal sebagai kota pendidikan yang terbuka dan mendunia, dengan Riau yang kini memiliki daya saing global di bidang pendidikan.(MCR)
