- Beranda
- Rokan Hilir
- Gubernur Abdul Wahid: Festival Bakar Tongkang Jadi Simbol Harmoni dari Riau
Ribuan Warga Tumpah Ruah di Bagansiapiapi, Tradisi dan Persaudaraan Lintas Etnis
Gubernur Abdul Wahid: Festival Bakar Tongkang Jadi Simbol Harmoni dari Riau
- Kamis, 12 Juni 2025 - 21:19 WIB
- Redaktur : Redaksi
HALILINTARNEWS.COM, BAGANSIAPIAPI – Semangat budaya dan persatuan kembali menyatu dalam gelaran Festival Bakar Tongkang 2025 yang digelar meriah di Kota Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir. Acara tahunan yang telah menjadi ikon wisata budaya nasional ini disaksikan langsung oleh Gubernur Riau, Abdul Wahid, Kamis (12/6/2025).
Sejak pagi, ribuan warga dan wisatawan memadati ruas jalan utama kota yang menjadi lokasi rangkaian kegiatan. Antusiasme masyarakat begitu terasa saat pertunjukan budaya digelar mulai dari Festival Ekonomi Kreatif, Bazar UMKM, hingga atraksi Tatung, yang tersebar dari Jalan Klenteng hingga Jalan Perniagaan.
Gubernur Abdul Wahid, yang turut dalam arak-arakan budaya bersama tokoh masyarakat dan pejabat daerah, menaiki kendaraan hias menuju Klenteng utama. Kehadiran beliau disambut hangat oleh masyarakat lintas etnis yang memadati rute arak-arakan.
Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa Festival Bakar Tongkang bukan hanya seremoni tahunan, melainkan perwujudan nilai kebersamaan, toleransi, dan penghormatan terhadap leluhur yang telah mengakar dalam masyarakat Riau.
“Festival ini lebih dari sekadar atraksi budaya. Ia adalah pengingat akan kekuatan solidaritas dan nilai-nilai luhur yang diwariskan turun-temurun. Dari sini kita belajar tentang persatuan dalam keberagaman,” ungkap Gubernur Abdul Wahid.
Ia juga mendorong agar pelestarian tradisi tidak berhenti hanya sebagai daya tarik wisata, tetapi terus dirawat sebagai identitas kultural dan kebanggaan daerah. Ia berharap seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah dapat menjaga keberlangsungan tradisi ini sebagai warisan yang memperkaya jati diri bangsa.
“Mari terus kita rawat Festival Bakar Tongkang sebagai simbol nyata bahwa harmoni di tengah perbedaan bukan hanya mungkin, tetapi telah menjadi kenyataan dari Tanah Riau,” pungkasnya.
Sumber: Mediacenter Riau
