Lawatan Budaya, Perempuan LAMR Riau Ziarah Jejak Tuanku Tambusai di Malaysia
- Senin, 10 November 2025 - 14:43 WIB
- Redaktur : Redaksi
HALILINTARNEWS.COM, PEKANBARU – Di tengah semangat memperingati Hari Pahlawan, sekelompok perempuan Melayu Riau melakukan perjalanan istimewa ke negeri jiran. Dipimpin oleh Ketua Perempuan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Puan Dinawati, mereka menggelar Lawatan Budaya dan Sejarah Perempuan LAMR Provinsi Riau Tahun 2025 di Malaysia, pada 9–11 November 2025.
Namun bagi Puan Dinawati, perjalanan ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Ia menyebutnya sebagai “pulang ke akar” — sebuah upaya menyambung silaturahmi sejarah dan darah Melayu yang telah lama terpisah oleh batas negara.
Perjalanan dimulai Minggu (9/11/2025) dengan agenda silaturahmi bersama Tan Sri Syed Yusuf, zuriat Raja Kerajaan Siak Sultan Syarif Kasim II, di Hotel Concorde, Kuala Lumpur.
“Kami disambut hangat. Rasanya seperti bertemu keluarga lama yang lama terpisah,” ungkap Dinawati dengan mata berbinar.
Keesokan harinya, Senin (10/11/2025), rombongan menghadiri peringatan Hari Pahlawan Tuanku Tambusai di Seremban, Negeri Sembilan. Di tempat itu, mereka bertemu keturunan sang pahlawan nasional yang kini menetap di Malaysia, Pekanbaru, dan Rokan Hulu.
Momen haru pun pecah ketika nama Tuanku Tambusai disebut—pahlawan yang bukan hanya milik Riau, melainkan juga simbol persaudaraan lintas negeri rumpun Melayu.

Lawatan berlanjut Selasa (11/11/2025) dengan kunjungan ke Jabatan Kebudayaan Malaysia. Di sana, peserta berbincang hangat tentang pelestarian adat dan seni Melayu yang masih hidup dan berkembang di dua negara serumpun ini.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Duta Besar RI untuk Malaysia, Konsul Jenderal RI Johor, serta sejumlah tokoh adat dan zuriat Tuanku Tambusai, di antaranya Yasir, keturunan keenam Tuanku Tambusai, dan Brigjen (Purn) Saleh Djasid, mantan Gubernur Riau. Hadir pula Ketua HKLT Pekanbaru H. Taufik Tambusai, bersama 40 peserta rombongan LAMR Riau.
“Lawatan ini bukan hanya mengenang sejarah, tetapi meneguhkan kembali persaudaraan yang tak lekang oleh waktu,” ujar Puan Dinawati.
Ia menutup perjalanan dengan kalimat puitis:
“Darah Melayu itu ibarat sungai yang mengalir, tapi tetap bermuara di tempat yang sama.”.(riaukepri.com)
