Harga Minyakita Dijaga Rp15.500, Pemprov Riau Perkuat Operasi Pasar Murah
- Senin, 11 Mei 2026 - 09:55 WIB
- Redaktur : Redaksi
HALILINTARNEWS.COM, PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama BUMD Pangan terus memperkuat langkah menjaga ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat. Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan menjelang libur nasional Kenaikan Isa Almasih dan persiapan Hari Raya Iduladha sepanjang Mei 2026.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Riau melalui Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Tetty Nurdianti, mengatakan operasi pasar murah menjadi salah satu cara pemerintah menjaga stabilitas harga sekaligus mempermudah masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga bertujuan memperpendek rantai distribusi agar harga bahan pokok tetap terkendali hingga ke tingkat konsumen.
“Untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan harga tetap stabil, Pemprov Riau terus mengintensifkan operasi pasar murah. Pada pekan kedua Mei ini, kegiatan dipusatkan di Kota Pekanbaru karena tingkat konsumsi masyarakat cukup tinggi,” ujar Tetty Nurdianti, Senin (11/5/2026).
Operasi pasar murah dijadwalkan berlangsung selama tiga hari. Pada Senin (11/5), kegiatan digelar di Halaman Kantor Lurah Sialang Munggu, Kecamatan Tuah Madani. Selanjutnya pada Selasa (12/5) berlangsung di Halaman Kantor Camat Rumbai Barat, sedangkan hari terakhir pada Rabu (13/5) dilaksanakan di Halaman Alkastoery, Jalan Sri Sejahtera, Kelurahan Agrowisata.
Tetty menjelaskan, durasi operasi pasar kali ini disesuaikan karena Kamis dan Jumat bertepatan dengan libur nasional dan cuti bersama.
Terkait keluhan masyarakat mengenai kenaikan harga minyak goreng subsidi, ia memastikan produk Minyakita tetap dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) dalam kegiatan pasar murah tersebut.
“Masyarakat tidak perlu khawatir. Minyakita kami jual Rp15.500 per liter. Langkah ini merupakan bagian dari upaya menekan inflasi sekaligus menjaga harga pasar tetap stabil,” katanya.
Selain Minyakita, sejumlah kebutuhan pokok lainnya juga dijual dengan harga lebih rendah dibanding pasar umum. Beras SPHP dipasarkan Rp60.000 per 5 kilogram. Sementara beras premium jenis Anak Daro dan Sokan dijual Rp165.000 per 10 kilogram atau Rp83.000 per 5 kilogram.
Adapun gula pasir dijual Rp18.500 per kilogram, tepung terigu Rp13.000 per bungkus, dan berbagai jenis garam mulai Rp2.000 per kemasan.
Direktur BUMD PT Riau Pangan Bertuah (RPB), Ade Putra Daulay, memastikan stok bahan pokok selama operasi pasar berlangsung dalam kondisi aman. Untuk setiap lokasi, pihaknya menyiapkan 1.000 liter Minyakita dan 1 ton beras SPHP.
Ia menyebutkan, penyaluran tersebut merupakan tindak lanjut arahan Plt Gubernur Riau agar kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia dan tidak terjadi kelangkaan di pasaran.
Ade juga menyampaikan masyarakat tetap bisa memperoleh Minyakita dengan harga sesuai HET meskipun tidak sempat datang ke lokasi operasi pasar murah.
“Masyarakat bisa membeli Minyakita di Topan Swalayan Jalan Melati maupun di Kios Pangan yang berada di Pasar Dupa, Pasar Cik Puan, dan Pasar 50. Harga yang dijual tetap sama seperti di operasi pasar murah,” tutupnya.(MCR)
