PLN Nusantara Power Kerahkan Tim Recovery, Pembangkit Sumatera Kembali Beroperasi

  • Jumat, 19 Juni 2026 - 10:46 WIB
Dalam hitungan jam, unit pembangkit UP Pekanbaru kembali mendukung sistem kelistrikan. (PT. PLN)


HALILINTARNEWS.COM - PLN Nusantara Power' style='color:#0078b8;font-weight:600'>PLN Nusantara Power (NP) bergerak cepat mendukung pemulihan sistem kelistrikan Sumatera setelah terjadi gangguan pada sistem transmisi yang menyebabkan pemadaman listrik di sejumlah provinsi di Pulau Sumatera. Gangguan tersebut mengakibatkan beberapa unit pembangkit padam secara berantai sehingga diperlukan proses black start untuk mengembalikan pasokan listrik ke sistem.

Pemadaman yang terjadi sempat menimbulkan kepanikan di masyarakat karena berlangsung pada Waktu Beban Puncak (WBP), yakni saat kebutuhan listrik berada pada tingkat tertinggi.

Berdasarkan data PLN, gangguan terjadi pada pukul 18.44 WIB ketika permintaan energi listrik sedang meningkat signifikan.


Menindaklanjuti kondisi tersebut, PT PLN (Persero) segera mengerahkan personel terbaiknya untuk mempercepat proses pemulihan sistem. PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Pekanbaru juga langsung mengambil langkah cepat dengan mengirimkan personel pemeliharaan dan enjiniring ke seluruh unit layanan untuk mendukung proses recovery.

Manager UP Pekanbaru Arief Wicaksono mengatakan, setelah menerima laporan gangguan, pihaknya segera menginstruksikan tim Operasi, Pemeliharaan, dan Enjiniring untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh unit pembangkit.

"Tanpa membuang waktu, UP Pekanbaru melakukan pemeriksaan secara menyeluruh pada unit-unit pembangkit. Pemeriksaan ini untuk memastikan apakah unit pembangkit siap untuk kembali sinkron ketika sistem transmisi sudah pulih," ujarnya.


Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh unit pembangkit di bawah UP Pekanbaru siap kembali beroperasi. Unit tersebut terdiri atas Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG), dan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG).

Arief menjelaskan, dalam waktu relatif singkat setelah gangguan terjadi, seluruh pembangkit berhasil melakukan start-up dan kembali terhubung dengan sistem kelistrikan Sumatera.

"Secara keseluruhan, hanya dalam hitungan jam usai terjadinya gangguan, unit-unit pembangkit di lingkungan UP Pekanbaru baik itu PLTA, PLTG, maupun PLTMG segera sinkron dan kembali mendukung sistem kelistrikan Sumatera secara penuh setelah sistem transmisi pulih," jelasnya.

Ia menambahkan, seluruh unit pembangkit yang berada di lingkungan UP Pekanbaru saat ini dalam kondisi prima sehingga mampu mendukung percepatan pemulihan sistem kelistrikan.

Menurut Arief, proses start-up dan sinkronisasi pembangkit memiliki peran penting selama masa pemulihan. Selain untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat secara bertahap, energi yang dihasilkan juga digunakan untuk membantu menghidupkan kembali pembangkit-pembangkit besar lainnya dalam sistem kelistrikan Sumatera.

Dengan pulihnya sistem transmisi dan beroperasinya kembali unit-unit pembangkit, pasokan listrik di wilayah Sumatera dapat kembali normal secara bertahap sehingga mendukung aktivitas masyarakat dan sektor industri.




Baca Juga