Suarakan Rekrutmen Tenaga Kerja Lokal

Gerakan Pemuda Merbau Bersatu Demo EMP ITA

  • Rabu, 15 Mei 2024 - 10:19 WIB
Sejumlah massa Gerakan Pemuda Merbau Bersatu menggelar aksi demo di depan Kantor PT ITA. (Foto: Klikmx.com/ist).


HALILINTARNEWS.COM, TELUKBELITUNG - Sejumlah massa mengatasnamakan Gerakan Pemuda Merbau Bersatu menggelar aksi damai di depan kantor PT EMP ITA, Selasa (14/5/2024). Masalah rekrutmen tenaga kerja lokal menjadi hal yang disuarakan.

Pendemo menuntut agar perusahaan lebih transparan dan memberikan kesempatan yang lebih besar kepada tenaga kerja lokal.

Aksi dipimpin koordinator lapangan Rizaldi Ilham dan koordinator umum Zuriyadi Fahmi. 


Dalam orasinya, pendemo berpendapat bahwa perusahaan seharusnya memberikan prioritas lebih kepada tenaga kerja lokal dalam proses perekrutan. 

"Kami menginginkan perusahaan lebih memperhatikan dan memberi kesempatan yang lebih besar kepada tenaga kerja lokal. Banyak pemuda di sini yang memiliki kemampuan dan siap bekerja, namun merasa kurang mendapatkan peluang," ujar salah satu peserta aksi.

Aksi damai ini berlangsung dengan tertib, di mana para pemuda membawa spanduk dan poster berisi tuntutan mereka. Mereka juga menyampaikan aspirasi melalui orasi dan dialog dengan perwakilan perusahaan.


"Kami berharap perusahaan dapat mendengar dan merespons tuntutan dengan tindakan nyata," tambah perwakilan.

Ada beberapa tuntutan yang disampaikan massa aksi, di antaranya; meminta PT ITA segera membuka lowongan kerja untuk sopir. 

Menuntut PT ITA tidak menganaktirikan Kecamatan Merbau dalam hal perekrutan tenaga kerja. Selain itu, apabila ada pekerjaan di area Kecamatan Merbau, maka yang boleh melamar hanya KTP Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti.

Mengembalikan transportasi umum khususnya untuk karyawan di PT ITA yaitu bus karyawan sehingga kesehatan dan keselamatan tenaga kerja putra daerah bisa lebih terjaga. 

Meminta PT ITA menyediakan ambulans darat dan laut untuk kepentingan urgen masyarakat Kecamatan Merbau. Selanjutnya meminta mobil pemadam kebakaran disediakan di area Pedas. 

Lalu, meminta PT ITA membuka program PPLK untuk putra daerah Kecamatan Merbau, menyediakan transportasi anak sekolah dari Sagu-Sagu ke Teluk Belitung. Meminta PT ITA lebih mengutamakan putra daerah menjadi vendor di setiap kegiatan dan terakhir meminta data subkon yang ada sebagai vendor di PT ITA. 

Pihak perusahaan menyatakan akan menampung aspirasi dari para pemuda dan berkomitmen untuk meningkatkan komunikasi serta transparansi dalam proses perekrutan tenaga kerja.

"Kami mengapresiasi aksi damai ini dan berjanji akan mengevaluasi kebijakan perekrutan untuk lebih memperhatikan tenaga kerja lokal," ujar Manager Area PT ITA Bonar Ari Nindito. 

Aksi damai ini diharapkan dapat menjadi awal dari dialog yang konstruktif antara perusahaan dan masyarakat setempat. 

Selanjutnya PT ITA, dalam hal ini Manager Area Bonar Ari Nindito, menjawab tuntutan para massa aksi dengan membuat berita acara. 

Adapun kesepakatan yang telah dilakukan pertemuan dengan Field Operation PT Imbang Tata Alam (PT. ITA) dan PT Safara Abadi Sentosa (PT SAS) di antaranya ;

Terkait dengan tuntutan poin  mengenai tenaga kerja sopir 16 unit kendaraan operasional lapangan PT ITA, sampai saat ini manajemen belum dapat memenuhi permohonan tersebut. 

Pihak pemuda Merbau akan bersurat ke manajemen Jakarta untuk memohon tuntutan tenaga kerja sopir tersebut dengan waktu 7 x 24 jam sejak surat diterima oleh manajemen Jakarta. 

Apabila sampai waktu yang ditentukan belum ada jawaban maka pihak Pemuda Merbau Bersatu akan melakukan aksi kembali. 

Untuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia masyarakat di sekitar area operasi wilayah ring-1 dan mengejar target produksi, PT ITA akan melakukan penerimaan tenaga kerja di bawah kontrak TPC. 

Terkait dengan tuntutan poin dua, Field Operation PT ITA menyatakan tidak menganaktirikan Kecamatan Merbau dalam setiap penerimaan tenaga kerja, di mana tenaga skilled terbuka untuk 3 wilayah operasional ring-1 dan untuk non skilled diserahkan kepada wilayah operasional proyek berada. 

Untuk tuntutan khusus pekerjaan proyek PT SAS, pekerja skilled tetap sesuai prosedur dari PT ITA, adapun untuk pekerja non skilled akan dikoordinasikan dengan pihak kecamatan yang melibatkan desa wilayah ring-1 Kecamatan Merbau. Terkait tuntutan point 3 sampai 9 akan dijawab secara tertulis dengan waktu 7 x 24 jam. 

"Kami meminta waktu 7 x 24 jam untuk dijawab poin 3 sampai 9 dan meminta difasilitasi untuk bisa langsung koordinasi dengan GM PT ITA di Jakarta dan diberikan waktu yang sama 7 x 24 jam untuk merespons surat yang dilayangkan terhitung dari surat dimasukkan. Apabila dalam waktu tersebut tidak ada tanggapan, maka kami akan melakukan aksi lanjutan dengan membawa massa lebih ramai lagi," kata Zuriyadi Fahmi. mx




Baca Juga