Harimau Kembali Terlihat di Inhil, BBKSDA Pasang Kamera Trap di Dusun Bukit

  • Rabu, 29 Juli 2026 - 10:41 WIB
BBKSDA Riau Langsung Pantau Harimau dengan Drone dan Kamera Trap (Media Center Riau)


HALILINTARNEWS.COM, PEKANBARU – Kemunculan harimau yang membuat warga Desa Danai, Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), resah mulai mendapat penanganan dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau. Sebanyak enam personel BBKSDA Riau turun ke lokasi untuk memantau keberadaan satwa liar tersebut.

Tim yang dipimpin Bambang Santoso itu bersama aparatur Desa Danai telah memasang kamera trap di Dusun Bukit, Rabu (28/7/2026). Lokasi tersebut merupakan kawasan yang dipenuhi semak belukar dan bekas perkebunan kelapa milik warga yang sudah tidak produktif.

Dusun Bukit sendiri berjarak sekitar empat kilometer dari Desa Danai. Selain memasang kamera trap sekitar pukul 15.00 WIB, tim BBKSDA Riau juga melakukan pemantauan menggunakan drone untuk melihat aktivitas di sekitar kawasan tersebut.


Namun, dari pemantauan yang dilakukan, tim belum menemukan tanda-tanda pergerakan harimau.

"Sudah dipasang kamera tadi di Dusun Bukit," kata Kepala Desa (Kades) Danai, Halim, Rabu (28/7/2026).

Pemasangan kamera trap dilakukan setelah warga menemukan jejak kaki harimau di kawasan tersebut. Bahkan, pada hari yang sama sekitar pukul 13.00 WIB, seorang warga disebut sempat melihat langsung seekor harimau di Dusun Bukit.


Halim mengatakan, berdasarkan ukuran jejak yang ditemukan, warga memperkirakan ada lebih dari satu harimau yang berkeliaran di kawasan tersebut.

"Tadi ada warga melihat harimau di Dusun Bukit, satu ekor. Tapi kalau melihat jejaknya diperkirakan ada dua ekor. Karena dari bekas tapak harimau itu ada yang besar ada juga yang kecil," papar Halim.

Karena hari mulai sore dan tim BBKSDA Riau baru tiba dari Pekanbaru, aparatur desa menyarankan tim untuk beristirahat terlebih dahulu. Pemantauan akan kembali dilakukan pada Kamis pagi, termasuk memeriksa kamera trap yang telah dipasang di lokasi.

"Besok pagi kita lanjutkan lagi," ungkap Kades.

Kemunculan harimau di Desa Danai diketahui telah membuat warga resah selama sekitar lima hari terakhir. Warga yang sehari-hari berkebun kini merasa khawatir untuk beraktivitas. Bahkan, ternak sapi milik warga dilaporkan telah menjadi mangsa satwa tersebut.

Kondisi ini juga berdampak pada aktivitas pendidikan. Dinas Pendidikan Inhil telah mengeluarkan kebijakan agar kegiatan belajar mengajar di sekolah dilakukan secara daring untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Halim berharap BBKSDA Riau dapat segera menangani persoalan tersebut sehingga warga kembali merasa aman untuk beraktivitas, termasuk berkebun dan mengantar anak-anak ke sekolah.

"Mudah-mudahan persoalan ini bisa cepat ditangani oleh BBKSDA. Karena sekarang ini orang-orang takut berkebun. Anak-anak ke sekolah," harap Kades.(MCR)




Baca Juga