- Beranda
- Ekonomi Bisnis
- PT Bumi Siak Pusako Kick Off Perundingan PKB, Targetkan Tata Kelola Migas Berdaya Saing Global
PT Bumi Siak Pusako Kick Off Perundingan PKB, Targetkan Tata Kelola Migas Berdaya Saing Global
- Selasa, 21 Juli 2026 - 09:29 WIB
- Redaktur : Redaksi
HALILINTARNEWS.COM, PEKANBARU - PT Bumi Siak Pusako (BSP), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak di sektor minyak dan gas bumi (migas), resmi memulai Perundingan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) periode terbaru sebagai bentuk komitmen membangun hubungan industrial yang harmonis, berkeadilan, dan produktif.
Perusahaan yang berfokus pada industri hulu dan hilir migas, mulai dari eksplorasi, eksploitasi hingga pengelolaan Wilayah Kerja (WK) migas tersebut menjadikan Kick Off Perundingan PKB sebagai langkah strategis untuk memperkuat tata kelola perusahaan sekaligus mendukung transformasi BSP menjadi perusahaan migas yang unggul, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Kegiatan ini dihadiri Direktur PT Bumi Siak Pusako Robi Junipa, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Riau yang diwakili Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Persyaratan Kerja, Ketua Serikat Pekerja PT Bumi Siak Pusako Panji Sumirat, tim perunding PKB, serta para manajer terkait.
Dalam sambutannya, Direktur PT Bumi Siak Pusako Robi Junipa menegaskan bahwa Perjanjian Kerja Bersama bukan sekadar dokumen administratif, melainkan instrumen strategis yang diakui dalam peraturan perundang-undangan sebagai pedoman hubungan kerja antara perusahaan dan pekerja.
Menurutnya, keberadaan PKB juga menjadi bagian penting dalam penerapan Good Corporate Governance (GCG), kepatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan, serta salah satu indikator perusahaan yang sehat dan profesional.
"PKB adalah komitmen bersama dalam membangun hubungan industrial yang berkeadilan. Dokumen ini bukan hanya memenuhi kewajiban hukum, tetapi menjadi pondasi dalam menciptakan kepastian, perlindungan, dan rasa saling percaya antara perusahaan dan seluruh pekerja," ujar Robi.
Robi menilai hubungan antara manajemen dan pekerja sudah tidak lagi relevan jika dibangun dengan paradigma lama yang menempatkan kedua belah pihak saling berhadapan. Menurutnya, pola hubungan industrial yang berkembang pada masa feodalisme maupun revolusi industri tidak lagi sesuai untuk menghadapi tantangan dunia usaha saat ini.
Sebaliknya, BSP mendorong terciptanya hubungan industrial yang menempatkan manajemen dan pekerja sebagai mitra strategis dengan tujuan yang sama, yakni meningkatkan daya saing perusahaan, menjaga keberlanjutan usaha, serta menciptakan kesejahteraan bersama.
"Keberhasilan perusahaan bukan hanya ditentukan oleh manajemen ataupun pekerja secara sendiri-sendiri. Keberhasilan hanya dapat dicapai melalui sinergi, saling percaya, dan kolaborasi yang kuat. Semangat inilah yang ingin kita bangun melalui PKB BSP," katanya.
Robi juga mengibaratkan perubahan hubungan industrial tersebut sebagai pergeseran dari Red Ocean Strategy menuju Blue Ocean Strategy. Jika paradigma lama lebih banyak diwarnai konflik kepentingan dan persaingan internal, maka paradigma baru harus mampu menciptakan ruang kolaborasi yang memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.
Melalui perundingan ini, BSP menargetkan lahirnya PKB yang mengadopsi praktik terbaik perusahaan migas kelas dunia, namun tetap berpijak pada jati diri perusahaan sebagai BUMD kebanggaan Kabupaten Siak.
Nilai-nilai budaya Melayu seperti marwah, musyawarah, amanah, saling menghormati, gotong royong, dan kekeluargaan akan menjadi fondasi budaya perusahaan (corporate core values) dalam implementasi PKB. Dengan demikian, hubungan industrial yang dibangun tidak hanya berorientasi pada kepatuhan hukum, tetapi juga mencerminkan karakter perusahaan yang menjunjung tinggi keharmonisan, integritas, serta penghormatan terhadap nilai-nilai lokal.
Melalui penyusunan PKB yang partisipatif dan mengedepankan prinsip keadilan, BSP berharap seluruh pekerja memperoleh kepastian hukum atas hak dan kewajibannya, sekaligus memastikan setiap pekerja diperlakukan secara adil, profesional, dan bermartabat sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Kick Off Perundingan PKB ini menjadi awal komitmen bersama antara manajemen dan Serikat Pekerja untuk membangun hubungan industrial yang modern, adaptif, dan produktif sebagai fondasi transformasi PT Bumi Siak Pusako menjadi perusahaan migas daerah yang berdaya saing global, tetap berakar pada budaya Melayu, serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
"PKB bukan sekadar perjanjian kerja. PKB adalah kontrak moral, kontrak sosial, dan komitmen bersama untuk membangun BSP yang lebih maju, lebih profesional, dan lebih bermartabat. Ketika perusahaan tumbuh, pekerja sejahtera, dan hubungan industrial harmonis, maka seluruh pemangku kepentingan akan ikut merasakan manfaatnya," tutup Robi.
