Tudung Manto, Selendang Indah yang Hampir Terlupakan

  • Selasa, 05 Agustus 2025 - 18:30 WIB


HALILINTARNEWS.COM - Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Pekanbaru menggelar helat adat pemberian Anugerah Adat Ingatan Budi kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia, Jendral Pol Drs Listyo Sigit Prabowo,M.Si, Sabtu (12/7/2025) di Gedung LAM Riau Jalan Diponegoro No 39.

Seluruh yang hadir baik para pejabat, tamu undangan, maupun tuan rumah para pemangku jabatan di LAM Riau hampir keseluruhan mengenakan pakaian khas adat Melayu. Ada Baju Kurung bagi kaum perempuan dan Baju Melayu atau disebut juga Baju Teluk Belanga bagi kaum laki-lakinya lengkap sekalian dengan Songket bertenun indah. 

Acara itu telah berlalu. Namun banyaknya pertanyaan tentang selendang cantik yang terlihat khas yang dikenakan oleh beberapa kaum ibu ketika itu cukup mengusik fikiran Puan Hj. Linda Hastuti, S.H, M.H, seorang Timbalan Bendahara Perempuan LAM Riau. 

Puan Linda (yang akrab disapa Linda Rara) ketika acara itu mengenakan setelan Baju Kurung Melayu berwarna hitam dengan sedikit motif sulaman berwarna putih. Dengan kerudung hitam, ia juga menambahkan selendang berwarna kuning emas diatas kepala yang menjuntai hingga bawah bahu.

“Banyak yang bertanya kepada saya apa yang dipakai di atas kepala seperti selendang waktu acara pemberian anugerah Adat itu. Saya jawab ini namanya Tudung Manto," tutur Puan Linda. 

Tudung Manto seperti disampaikan Puan Linda, yaitu merupakan selendang yang digunakan perempuan-perempuan Melayu sebagai pelengkap kain penutup kepala. Pemakaian Tudung Manto bersamaan dengan menggunakan Baju Kurung, kebaya labuh melayu.

Tudung Manto dipakai pada saat acara adat istiadat budaya melayu atau acara-acara resmi dipadupadankan dengan baju kurung Melayu tradisional.

Karena banyaknya yang tidak tahu akan Tudung Manto ini padahal merupakan warisan adat Melayu yang patut dilestarikan, maka bersama Puan Hj. Dinawati, S.Ag, sebagai Ketua Perempuan Lembaga Adat Melayu Riau berencana untuk mensosialisasikan Tudung Manto dalam setiap acara-acara adat. Tudung Manto perlu disosialisasikan dan diperkenalkan kembali di tengah-tengah masyarakat.

“Di zaman dahulu Tudung Manto kebanyakan hanya dipakai oleh kaum bangsawan untuk acara adat, seperti perkawinan dan hanya dipakai oleh perempuan yang sudah menikah saja.  Namun kini, semua kalangan bahkan generasi muda pun bisa memakainya. Dan kami dari Perempuan LAM Riau akan mensosialisasi kan Tudung Manto ini”, jelas Puan Linda.

Tudung Manto terbuat dari kain sifon atau organdi dengan warna tertentu seperti kuning, hijau, merah, biru, dan hitam. Ukurannya sekitar 125 cm panjang dan 60cm lebarnya. Ada berbagai warna dengan berbagai motif yang sarat filosofi. Semua kalangan bisa memakai warna apa saja, kecuali warna kuning.

Memang, pada masa itu Tudung Manto dipakai oleh ibu-ibu berdasarkan keturunan. Khusus warna kuning, biasanya dikenakan keturunan Tengku, warna hijau untuk Tuan Said. Sementara warna biru untuk para bangsawan. Namun Tudung Manto yang dipakai secara umum lebih berwarna hitam.*




Baca Juga