PTM Terbatas Pekanbaru Kembali Berlaku, Siswa SD-SMP Wajib Pakai Masker
- Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:23 WIB
- Redaktur : Redaksi
HALILINTARNEWS.COM, PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru kembali memberlakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas bagi siswa SD dan SMP mulai Senin (19/10/2026). Kebijakan ini diambil setelah kualitas udara menunjukkan perbaikan, meski paparan kabut asap masih menjadi perhatian.
Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar meninjau langsung pelaksanaan pembelajaran di SDN 36 dan SMPN 4 Pekanbaru. Dalam kunjungan tersebut, ia bersama jajaran juga membagikan masker dan vitamin C kepada peserta didik.
Markarius menjelaskan, keputusan mengizinkan siswa kembali belajar di sekolah diambil setelah evaluasi bersama BMKG, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait lainnya.
Hasil pemantauan menunjukkan konsentrasi partikel halus PM2.5 mulai menurun hingga di bawah 100 sejak sehari sebelumnya. Bahkan, berdasarkan pengukuran pada Senin (19/10), sejumlah titik mencatat angka 80 dan 70.
"Alhamdulillah, dari evaluasi kita kemarin bersama BMKG, BPBD, Damkar, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan OPD terkait lainnya, kita putuskan hari ini anak-anak sudah bisa belajar tatap muka karena pengukuran PM2.5 mulai membaik, di bawah 100," kata Markarius.
Meski kualitas udara membaik, Pemko Pekanbaru belum mengembalikan kegiatan belajar mengajar sepenuhnya seperti biasa. Sekolah masih harus menerapkan pembatasan untuk mengurangi risiko paparan kabut asap terhadap peserta didik.
Seluruh kegiatan di luar ruangan ditiadakan, termasuk upacara. Kegiatan mengaji yang sebelumnya dilaksanakan di luar kelas juga dipindahkan ke dalam ruangan.
Peserta didik diwajibkan mengenakan masker sejak berangkat dari rumah. Masker dapat dilepas saat pembelajaran di dalam kelas apabila kondisi memungkinkan, tetapi harus kembali digunakan ketika keluar ruangan.
"Kita tetap melakukan pembatasan. Tidak ada kegiatan di luar ruangan, upacara ditiadakan, dan kegiatan mengaji yang sebelumnya di luar dipindahkan ke dalam kelas. Anak-anak juga wajib memakai masker dari rumah," terang Wawako.
Selain membatasi aktivitas, Pemko Pekanbaru turut memperhatikan kebutuhan nutrisi anak selama kondisi udara belum sepenuhnya pulih. Salah satunya melalui pembagian vitamin C kepada siswa saat peninjauan sekolah.
Namun, Markarius menegaskan bahwa pemberian vitamin tersebut masih bersifat stimulan. Pemko selanjutnya akan menginstruksikan sekolah agar mengimbau orang tua memenuhi kebutuhan vitamin anak, terutama vitamin C dan D.
Menurutnya, kebutuhan nutrisi perlu diperhatikan karena sebagian anak kurang menyukai sayur dan buah sehingga asupan hariannya berpotensi tidak terpenuhi.
"Ini sifatnya stimulan saja. Nanti kita instruksikan seluruh sekolah menginformasikan kepada wali murid agar memberikan vitamin C dan vitamin D untuk anak-anak," ucapnya.
Markarius juga meminta orang tua memastikan anak mendapatkan makanan bergizi dan vitamin yang cukup selama mengikuti PTM terbatas. (MNC/SP)
