Asap Masih Selimuti Riau, BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat dan Petir
- Selasa, 06 Oktober 2026 - 10:34 WIB
- Redaktur : Redaksi
HALILINTARNEWS.COM, PEKANBARU – Kondisi udara di Provinsi Riau masih berpotensi kabur akibat asap pada Selasa (6/10/2026). Di sisi lain, hujan ringan hingga sedang diprakirakan turun secara sporadis di sejumlah wilayah hingga dini hari.
Forecaster On Duty BMKG, Mari Frystine, mengatakan kondisi udara Riau pada pagi hari umumnya kabur hingga cerah berawan. Dari pantauan citra radar cuaca, hujan ringan hingga sedang terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hilir dan Bengkalis.
Memasuki siang hingga sore, kondisi udara berpotensi kembali mengalami kekaburan akibat asap. Hujan ringan secara sporadis juga diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah.
"Memasuki siang hingga sore, udara berpotensi mengalami kekaburan akibat asap. Pada periode tersebut, hujan ringan yang terjadi secara sporadis diprakirakan turun di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Kota Dumai, Siak dan Kepulauan Meranti," kata Forecaster BMKG Pekanbaru, Mari Frystine.
Pada malam hari, hujan ringan masih berpeluang turun secara sporadis, terutama di sebagian wilayah Kabupaten Kampar dan Siak. Udara diprakirakan berawan dengan potensi kekaburan akibat asap.
Sementara pada dini hari, hujan berpeluang meningkat menjadi intensitas ringan hingga sedang di sebagian wilayah Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kota Dumai, Kampar dan Siak. Kondisi udara juga masih berpotensi kabur akibat asap hingga berawan.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini untuk lima wilayah terkait potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
"BMKG mengeluarkan peringatan dini untuk lima wilayah. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kota Dumai, Kampar dan Siak pada malam hingga dini hari," imbaunya.
Suhu udara Riau diprakirakan berada pada kisaran 23 hingga 34 derajat Celsius, dengan kelembapan 45–90 persen. Angin bertiup dari arah tenggara dengan kecepatan 10–40 kilometer per jam.
Untuk kondisi perairan, tinggi gelombang laut di wilayah Riau diprakirakan 0,5 hingga 1,25 meter atau kategori rendah.
Sementara itu, pemantauan hotspot hingga pukul 23.00 WIB mencatat delapan titik panas di Riau. Rinciannya, satu titik di Kota Dumai, dua titik di Kuantan Singingi, dua titik di Pelalawan, satu titik di Siak dan dua titik di Indragiri Hulu.
Secara keseluruhan, terdapat 3.142 hotspot di Sumatera. Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak, yakni 2.511 titik, disusul Bangka Belitung 261 titik, Jambi 207 titik dan Lampung 140 titik.
Hotspot juga terpantau di Aceh satu titik, Sumatera Utara lima titik, Sumatera Barat lima titik dan Bengkulu empat titik.
BMKG mengingatkan bahwa hotspot merupakan indikator titik panas yang terdeteksi satelit dan tidak otomatis menunjukkan sumber maupun luas kebakaran. Kondisi asap juga dapat dipengaruhi arah angin serta atmosfer.
"BMKG mengimbau masyarakat terus memantau perkembangan cuaca dan kualitas udara, terutama warga yang berada di wilayah dengan kondisi asap tebal serta daerah yang masuk dalam peringatan dini cuaca," tandasnya.
