Menuju Swasembada Energi, PLN Fokus pada Pembangkit Panas Bumi
- Sabtu, 30 Agustus 2025 - 13:11 WIB
- Redaktur : Redaksi
HALILINTARNEWS.COM, JAKARTA – PT PLN (Persero) terus memperkuat peran sebagai penggerak transisi energi nasional dengan mempercepat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP). Langkah ini merupakan dukungan nyata terhadap visi Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai swasembada energi berbasis sumber daya domestik.
Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Suroso Isnandar, menyebutkan pengembangan PLTP masuk dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, dengan target kapasitas mencapai 5,2 gigawatt (GW). “Potensi panas bumi Indonesia sangat besar dan tersebar di banyak wilayah. PLN akan mengoptimalkan proyek-proyek yang sudah dikaji agar memberi manfaat langsung bagi masyarakat maupun pelanggan di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Untuk mempercepat pengembangan, PLN menggandeng mitra strategis dalam skema pembelian uap panas bumi. Suroso menegaskan seluruh proses dilaksanakan secara transparan, akuntabel, serta berprinsip fairness of partnership agar tercipta iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan.
Saat ini, PLN menyiapkan sejumlah proyek strategis, termasuk dua PLTP di Bengkulu. Pertama, PLTP Kepahiang berkapasitas 110 megawatt (MW) yang berada di Kabupaten Kepahiang dan Rejang Lebong, kini memasuki tahap akhir pemilihan mitra strategis. Listriknya akan dialirkan ke Gardu Induk (GI) Pekalongan.
Kedua, PLTP Hululais 110 MW di Kabupaten Lebong yang ditargetkan beroperasi komersial pada 2028. Proyek ini memanfaatkan sumber panas bumi dari Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) milik PT Pertamina Geothermal Energy (PGE). Listrik yang dihasilkan juga akan disalurkan ke GI Pekalongan.
“Dengan pengembangan PLTP di berbagai daerah, PLN bukan hanya mendukung ketahanan energi nasional dan transisi hijau, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui keterlibatan pelaku usaha daerah serta penciptaan lapangan kerja,” pungkas Suroso.
