Backbone Sumatera-Aceh Pulih, Listrik Aceh Berangsur Normal
- Kamis, 18 Desember 2025 - 10:08 WIB
- Redaktur : Redaksi
HALILINTARNEWS.COM, ACEH TAMIANG – PT PLN (Persero) berhasil memulihkan jaringan transmisi bertegangan 150 kilovolt (kV) Pangkalan Brandan–Langsa pada Rabu (17/12) pukul 13.30 WIB. Dengan pulihnya jalur tersebut, sistem kelistrikan Aceh yang sempat terisolasi kini kembali terhubung dengan backbone sistem besar Sumatera dan memasuki tahap pengoperasian kembali pembangkit listrik.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, transmisi Pangkalan Brandan–Langsa merupakan penopang utama interkoneksi sistem kelistrikan Sumatera dan Aceh. Oleh karena itu, pemulihan jalur tersebut menjadi langkah krusial dalam mengembalikan kekuatan sistem kelistrikan Aceh pascabencana.
“Tersambungnya kembali transmisi Pangkalan Brandan–Langsa adalah titik penting dalam pemulihan kelistrikan Aceh. Jalur ini menjadi backbone interkoneksi Sumatera–Aceh, sehingga pemulihannya membuka jalan bagi tahapan lanjutan pemulihan sistem secara menyeluruh,” ujar Darmawan di Aceh Tamiang, Rabu (17/12).
Pemulihan interkoneksi dilakukan melalui pembangunan tower darurat di sejumlah titik transmisi yang terdampak banjir dan longsor. Upaya ini memungkinkan jalur Pangkalan Brandan–Langsa kembali difungsikan secara aman.
“Pembangunan tower darurat dilakukan di tengah kondisi lapangan yang menantang, mulai dari akses lokasi terbatas, kontur medan yang labil pascabencana, hingga curah hujan tinggi yang menyebabkan genangan air dan lumpur ekstrem,” jelas Darmawan.
Setelah jaringan transmisi kembali tersambung, PLN memasuki tahap pengoperasian kembali pembangkit listrik, khususnya PLTU Nagan Raya. Proses tersebut membuat sistem kelistrikan Aceh mulai pulih secara bertahap.
Untuk pengoperasian optimal, dibutuhkan waktu sekitar 48 jam ke depan melalui proses pemanasan, sinkronisasi dengan sistem, serta pengujian kinerja. Tahapan ini menjadi prasyarat sebelum sistem dibebani lebih lanjut agar aliran listrik tetap andal dan tidak memicu gangguan lanjutan.
“Pemulihan kelistrikan harus dilakukan secara berurutan. Setelah interkoneksi aman, kami masuk ke pengoperasian pembangkit agar pasokan listrik benar-benar optimal dan menopang sistem secara andal,” tegasnya.
Selanjutnya, pasokan listrik akan disalurkan secara bertahap ke jaringan distribusi melalui 20 unit gardu induk, 558 unit penyulang, serta 15.717 unit gardu distribusi yang melayani masyarakat di seluruh wilayah Aceh.
Untuk mendukung proses pemulihan tersebut, lebih dari 1.600 petugas PLN masih terus bersiaga hingga pemulihan kelistrikan pascabencana di Aceh dapat dituntaskan. (rls)
