Duel Berujung Maut, Tukang Gigi di Pangkalan Kerinci Tewas Dikeroyok Tetangga

  • Kamis, 10 September 2026 - 14:16 WIB
Polres Pelalawan lakukan pemeriksaan tiga orang pria terkait kasus pengeroyokan (klikmx.com)


HALILINTARNEWS.COM, PELALAWAN - Kasus pengeroyokan yang menewaskan tukang gigi Ifan Priyadi (44) di Jalan BTN Lama, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 17.30 WIB, akhirnya terungkap. Korban ternyata sempat terlibat duel tangan kosong dengan tetangganya, Zm (22), sebelum dua pekerja rumah makan datang dan ikut membantu.

Dua pekerja tersebut masing-masing berinisial ME (21) dan MS (23). Sementara pemilik rumah makan Ampera, Js (52), tidak mengakui ikut melakukan pemukulan sehingga hingga kini masih berstatus sebagai saksi.

Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara SIK melalui Kasat Reskrim AKP Bayu Ramadhan Efendi STrk SIK MH mengatakan, dari empat orang yang sempat diamankan, tiga pria telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.


"Dari hasil pemeriksaan empat orang yang sempat kita amankan. Hasil pemeriksaan tiga orang pria telah resmi ditetapkan tersangka dan ditahan. Sedangkan satu lagi masih sebagai saksi," kata Bayu dalam konferensi pers di Mapolres Pelalawan, Rabu (9/9/2026).

Menurutnya, pengeroyokan tersebut dipicu selisih paham yang telah berlangsung lama antara korban dan pelaku. Salah satu persoalan yang pernah memicu pertengkaran berkaitan dengan masalah parkir.

"Selisih paham yang sudah lama terjadi. Hingga puncak terjadi antara kedua belah pihak yang merupakan tetangga salah satunya masalah parkir. Lalu terlibat cekcok yang berujung pengeroyokan," kata Kasat Reskrim lagi.


Dari hasil otopsi, korban mengalami luka pada bagian kepala akibat hantaman benda tumpul. Luka tersebut menyebabkan korban meninggal dunia setelah sebelumnya sempat dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi pingsan.

"Hantaman benda tumpul di sini mengunakan kaki dan tangan di bagian kepala korban. Ketika terlibat pengeroyokan, korban terjatuh lalu dipukul secara bersama-sama oleh pelaku," terang AKP Bayu.

Saat duel dengan Zm, korban sempat memberikan perlawanan. Namun, kedatangan dua pekerja rumah makan membuat situasi berubah hingga korban kewalahan dan terjatuh. Korban kemudian dihajar dan diinjak secara bersama-sama.

Istri korban yang datang ke lokasi berusaha melerai ketika Ifan sudah dalam kondisi lemas dan pingsan. Korban kemudian dibawa ke RSUD Selasih, tetapi meninggal dunia dalam perjalanan sebelum mendapat penanganan dokter.

Setelah diotopsi di RS Bhayangkara Polda Riau, jenazah korban diterbangkan ke Pulau Jawa untuk dimakamkan di kampung halamannya di Madura, Jawa Timur, Rabu (9/9/2026) pagi.

Polisi menjerat ketiga tersangka dengan Pasal 262 KUHPidana karena dinilai secara bersama-sama melakukan kekerasan di muka umum yang menyebabkan korban meninggal dunia. Mereka terancam hukuman 12 tahun penjara.

Baru Sebulan Menikah

Zm mengaku tidak memiliki niat membunuh korban. Pria yang merupakan anak pemilik rumah makan Ampera itu menyebut dirinya hanya membela diri karena korban disebut memukul lebih dahulu.

"Tak ada niat untuk membunuh, kami hanya membela diri. Karena dia (korban) yang memukul duluan. Hingga terjadi perkelahian," ujar tersangka Zm Klikmx.com dengan mata berkaca-kaca.

Zm mengaku baru sebulan menikah dan tidak mungkin berniat menghabisi nyawa orang. Ia mengatakan dua pekerja rumah makan awalnya datang untuk melerai perkelahian.

"Awalnya mereka bedua datang menarik saya, agar tak berkelahi. Bahkan saya sempat jatuh dipukul almarhum (korban). Melihat itu mereka langsung membantu dan kami lawan beramai-ramai, sampai dia juga jatuh ke lantai," tutur Zm.

Zm mengaku baru mengetahui Ifan meninggal setelah berada di kantor polisi. Saat kejadian, ia melihat korban masih berdiri sebelum kemudian mendapat kabar korban pingsan dan dibawa ke rumah sakit.

"Saya tau dia meninggal, setelah di kantor polisi, baru dapat info. Karena melihat setelah terjadi keributan masih berdiri, setelah beberapa waktu kemudian baru dapat kabar dia pingsan dan dibawa ke rumah sakit," katanya lagi.

Kini Zm bersama dua pekerja rumah makan harus menjalani proses hukum dan ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Suasana haru terlihat ketika istri Zm datang membesuk dan menangis histeris sambil memeluk suaminya. Pengantin baru itu harus berpisah sementara setelah tersandung kasus pengeroyokan terhadap tetangganya hingga tewas. (MX)




Baca Juga