Akses Putus dan Tower Roboh, PLN Akui Pemulihan Listrik Aceh Terhambat

  • Selasa, 16 Desember 2025 - 08:24 WIB
Proses pendistri­busian material pembangunan tower darurat ke salah satu daerah terdampak yang terisolir di Kabupaten Bireuen, Aceh. (PT. PLN)


HALILINTARNEWS.COM, BANDA ACEH — PT PLN (Persero) menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Aceh karena pasokan listrik pascabencana banjir bandang dan tanah longsor belum sepenuhnya pulih. Beratnya kondisi di lapangan menjadi tantangan utama dalam proses pemulihan jaringan kelistrikan.

Permohonan maaf tersebut disampaikan Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo saat mengikuti laporan dan rapat koordinasi bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang digelar secara daring dari Banda Aceh, Selasa (9/12).

Darmawan sebelumnya melaporkan kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Presiden Prabowo Subianto saat kunjungan di Bireuen, Ahad (7/12), bahwa pasokan listrik di Aceh ditargetkan pulih hingga 93 persen pada malam hari. Namun, target tersebut belum sepenuhnya tercapai karena kondisi lapangan yang sangat menantang.


Ia menjelaskan, bencana banjir bandang dan tanah longsor menyebabkan kerusakan besar pada sistem kelistrikan Aceh, terutama pada jaringan transmisi. Kerusakan terparah terjadi di jalur transmisi Bireuen–Arun, di mana enam tower roboh akibat derasnya arus banjir yang memperlebar alur sungai hingga ratusan meter.

Akibat kerusakan tersebut, pembangkit listrik di Arun tidak dapat menyalurkan daya secara optimal ke Banda Aceh sehingga pemadaman bergilir masih terjadi di sejumlah wilayah.

PLN sempat melakukan sinkronisasi sistem dari pembangkit Arun ke jaringan Aceh. Pada 8 Desember 2025, PLTMG Arun kembali menyalurkan listrik hingga gardu induk di wilayah Bireuen, Takengon, dan Samalanga. Namun, saat proses dilanjutkan ke wilayah Sigli dan Banda Aceh, muncul kendala teknis sehingga penyaluran listrik terpaksa dihentikan sementara.


Dalam upaya percepatan pemulihan, PLN mengambil langkah luar biasa dengan mengangkut material perbaikan melalui jalur udara karena akses darat terputus. Material tower dengan berat mencapai 35 ton harus diangkut menggunakan helikopter secara bertahap.

Darmawan menegaskan, PLN tetap berkomitmen mempercepat pemulihan listrik di Aceh. Proses sinkronisasi sistem akan terus dilakukan secara bertahap dengan pengamanan yang lebih ketat untuk mencegah gangguan lanjutan.




Baca Juga