Pemkab Meranti Peremajaan 3.500 Hektare Kelapa, Petani Didorong Naik Kelas
- Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:55 WIB
- Redaktur : Redaksi
HALILINTARNEWS.COM, SELATPANJANG – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menargetkan peremajaan tanaman kelapa seluas 3.500 hektare pada 2026 yang tersebar di delapan kecamatan. Selain meningkatkan produktivitas perkebunan, pemerintah daerah mendorong hilirisasi agar petani memperoleh nilai tambah dan tidak hanya bergantung pada penjualan kelapa mentah.
Bupati Kepulauan Meranti H Asmar mengatakan, pengembangan komoditas kelapa perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari peremajaan tanaman hingga pengolahan hasil perkebunan menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri syukuran petani kelapa se-Kecamatan Rangsang di kediaman Khairul Amri, Jalan A Yani, Desa Citra Damai, Senin (19/10).
Kecamatan Rangsang menjadi salah satu wilayah dengan sasaran peremajaan terbesar. Luas lahan yang menjadi target di kecamatan tersebut bahkan hampir separuh dari total sasaran peremajaan kelapa di Kepulauan Meranti tahun ini.
Menurut Asmar, peremajaan diperlukan untuk mengganti tanaman kelapa yang sudah tua dengan tanaman baru yang diharapkan lebih produktif. Upaya tersebut perlu diiringi pengembangan industri pengolahan agar hasil panen memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
“Pemerintah daerah berkomitmen mendukung petani, termasuk melalui pengembangan hilirisasi agar kelapa tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai tambah,” ujarnya.
Pengolahan kelapa menjadi berbagai produk turunan dinilai berpeluang membuka usaha baru, meningkatkan nilai jual hasil perkebunan, serta menciptakan lapangan kerja. Asmar juga mendorong generasi muda melihat perkebunan kelapa sebagai peluang usaha yang dapat dikembangkan secara modern melalui pemanfaatan teknologi dan pemasaran digital.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kepulauan Meranti, Ifwandi, menjelaskan bahwa program peremajaan tahun ini mencakup delapan kecamatan.
Pada tahap pertama, sebanyak 10 kelompok tani telah menerima bantuan berupa bibit kelapa, pupuk, dan dana penanaman. Bantuan tersebut telah ditanam di lahan masyarakat.
“Pada tahap pertama, sebanyak 10 kelompok tani telah menerima bantuan berupa bibit kelapa, pupuk, dan dana penanaman. Bantuan tersebut telah ditanam di lahan masyarakat,” kata Ifwandi.
Ia menegaskan, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada penyaluran bantuan dan penanaman bibit. Pemeliharaan tanaman serta pendampingan berkelanjutan diperlukan agar pertumbuhan dan produktivitas kebun dapat optimal.
Karena itu, pemantauan bersama pemerintah kecamatan dan kelompok tani akan dilakukan untuk memastikan perkembangan tanaman di lapangan. Dukungan terhadap pemasaran dan akses ke industri pengolahan juga diharapkan dapat membantu petani memperoleh nilai jual yang lebih baik.
Syukuran yang diikuti 10 kelompok tani tersebut turut menjadi momentum memperkuat kolaborasi pemerintah daerah dan masyarakat. Ifwandi mengapresiasi inisiatif Asosiasi Peremajaan Kelapa Kecamatan Rangsang dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut.
Menurutnya, peremajaan dan hilirisasi perlu berjalan beriringan. Peremajaan memperkuat ketersediaan bahan baku, sedangkan hilirisasi membuka peluang peningkatan nilai ekonomi dan memperkuat posisi petani dalam rantai usaha kelapa. (net)
