Aryaduta Pekanbaru Sukses Gelar Astakarya 2025 Bertema Panggung Legenda Melayu

  • Rabu, 05 November 2025 - 08:34 WIB
Pemenang lomba drama teater Putri Kaca Mayang menerima hadiah dari General Manager Aryaduta Pekanbaru, Asni Alexia Lim yang menjadi rangkaian acara Astakarya 2025, di Aryaduta Pekanbaru (Aryaduta)


HALILINTARNEWS.COM, PEKANBARU - Hotel Pekanbaru' style='color:#0078b8;font-weight:600'>Aryaduta Pekanbaru kembali menegaskan komitmennya dalam melestarikan budaya lokal lewat penyelenggaraan event tahunan Astakarya 2025 bertema “Panggung Legenda Putri Kaca Mayang.” Acara ini sukses memikat perhatian dengan berbagai penampilan dan kompetisi bernuansa budaya Melayu yang penuh makna dan nilai edukasi.

General Manager Aryaduta Pekanbaru, Asni Alexia Lim, menjelaskan bahwa Astakarya merupakan program tahunan Aryaduta Group yang berfokus pada pengembangan kreativitas, pelestarian budaya lokal, dan pemberdayaan generasi muda.

“Melalui kegiatan ini, Aryaduta ingin memberi ruang bagi pelajar dan masyarakat untuk mengekspresikan diri lewat seni dan budaya. Kami juga ingin memperkenalkan kembali kisah-kisah legendaris daerah dengan cara yang menarik dan relevan bagi generasi masa kini,” ujarnya.


Pada tahun ini, Astakarya 2025 menghadirkan dua kompetisi utama, yakni lomba fashion show anak dan drama teater Putri Kaca Mayang. Fashion show diikuti anak-anak usia 5–10 tahun yang tampil memukau dengan kostum tradisional melayu yang menggambarkan karakter legendaris Putri Kaca Mayang.

Untuk lomba drama teater, tampil beberapa sekolah ternama seperti SMA Negeri 1 Pekanbaru dengan judul “Air Mata Gasib”, SMA Negeri 7 Pekanbaru, dan SMA Dharma Yudha Pekanbaru dengan judul “Pulang Lah Putri Kaca Mayang”. Masing-masing menampilkan interpretasi kreatif kisah klasik tersebut dengan penuh penghayatan.

Kemeriahan acara semakin terasa dengan penampilan spesial dari SLB Pembina Pekanbaru, yang membawakan tari Melayu, pantomim budaya, dan dongeng bertema Putri Kaca Mayang. Partisipasi mereka menjadi simbol inklusivitas yang diusung Astakarya—bahwa seni dan budaya adalah milik semua tanpa batas.


“Lewat Astakarya, kami ingin menghadirkan lebih dari sekadar hiburan. Kami ingin membangun ruang bagi generasi muda untuk mencintai dan menjaga budayanya sendiri. Putri Kaca Mayang adalah simbol keteguhan hati dan cinta tanah Melayu, dan kami bangga bisa mengangkatnya kembali,” lanjut Asni.

Sementara itu, Renta Pakpahan, Asst. Marketing Communication Manager Aryaduta Pekanbaru, menambahkan bahwa kegiatan ini bukan hanya ajang kreativitas, tetapi juga jembatan untuk mempererat hubungan antara hotel, masyarakat, dan dunia pendidikan. “Kami berharap Astakarya terus menjadi agenda tahunan yang ditunggu-tunggu dengan tema budaya yang makin kuat ke depannya,” ujarnya.

Dengan terselenggaranya Astakarya 2025: Panggung Legenda Putri Kaca Mayang, Aryaduta Pekanbaru menegaskan posisinya sebagai hotel yang tak hanya menawarkan kenyamanan dan layanan prima, tetapi juga berperan aktif dalam pelestarian serta promosi budaya lokal Riau.




Baca Juga