Identifikasi Harimau Penyerang Pekerja HTI hingga Meninggal, Ini Cara yang Dilakukan BBKSDA Riau

  • Kamis, 16 Mei 2024 - 13:38 WIB
Petugas Balai Besar Konservasi Sumberdaya Alam (BBKSDA) Riau memasang kamera trap. (Foto: Klikmx.com/ist).


HALILINTARNEWS.COM, PEKANBARU - Balai Besar Konservasi Sumberdaya Alam (BBKSDA) Riau berupaya mengidentifikasi harimau yang menyerang Rahmad, seorang pekerja di Lahan Hutan Tanaman Industri (HTI) Petak 466 Blok L PT SPA, Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau.

Caranya BBKSDA mengutus tim ke lokasi untuk melakukan pemasangan lima kamera trap, Senin (13/5/2024).

“Lima kamera trap tersebut dipasang di sekitar lokasi terjadinya serangan harimau,” kata Kepala BBKSDA Riau Genman Suhefti Hasibuan kepada Pekanbaru MX (Group Klikmx.com), Rabu (15/5/2024).


Untuk mengidentifikasi harimau yang menyerang korban, tim mitigasi akan melakukan pengecekan rekaman kamera secara periodik.

''Pengecekan akan dilakukan secara periodik untuk mengetahui harimau yang menyerang korban,” kata Kepala BBKSDA.

Selain itu, katanya, untuk mencegah konflik manusia dan harimau kembali terjadi. Pihaknya menilai perlu dilakukan pengaturan ruang dan waktu antara manusia dan harimau. Karena range atau daya jelajah harimu yang luas.


Upaya lainnya yang perlu dilakukan adalah pengayaan mangsa (prey, red) dan menindak tegas pelaku per buruan.

Bagi perusahaan diimbau untuk dapat mengatur jam kerja karyawan dan meminta agar para pekerja tidak bekerja sendirian.

Upaya mitigasi ini dilakukan paska terjadinya serangan harimau yang menyebabkan Rahmad tewas dengan kondisi tubuh dicabik-cabik dan tangan kanan putus, Kamis (9/5/2024).

Pria 26 tahun ini diketahui datang ke lokasi bersama Rahman dan Alwi untuk melakukan penyemprotan Gulma di lokasi. 

Namun, sayang saat di lokasi korban dan kedua temannya bekerja terpisah. Sehingga tak lama kemudian terdengar teriakan minta tolong dari korban.

Setelah sumber suara didatangi, Rahman dan Alwi tidak melihat korban. Sehingga langsung melaporkannya ke pihak perusahaan 

Kemudian, saksi dan pihak perusahaan kembali mendatangi lokasi melakukan pencarian terhadap korban dan ditemukan telah meninggal dunia dengan kondisi tubuh tercabik-cabik.

Korban kemudian dibawa ke klinik PT SPA untuk dilakukan pengecekan, setelahnya jasad korban diserahkan ke pihak keluarganya. ***

 




Baca Juga